Apple Memperketat Aturan App Store tentang Berbagi Data AI

11

Apple telah memperbarui pedoman App Store untuk secara eksplisit menangani pembagian data pribadi dengan sistem kecerdasan buatan (AI). Perubahan tersebut, yang diumumkan pada hari Kamis, mengharuskan pengembang aplikasi untuk mengungkapkan secara jelas setiap pembagian data pihak ketiga – termasuk dengan entitas AI – dan mendapatkan izin pengguna secara eksplisit sebelum melakukannya. Aplikasi yang melanggar aturan ini berisiko dihapus dari App Store.

Arti Aturan Baru

Bahasa yang diperbarui ini didasarkan pada kebijakan privasi yang ada tetapi secara khusus menyebut AI sebagai pihak ketiga yang harus mematuhi standar penanganan data yang ketat. Pengembang kini wajib memberi tahu pengguna ke mana tepatnya data mereka akan dikirim, termasuk apakah data tersebut digunakan untuk melatih model pembelajaran mesin atau fitur berbasis AI lainnya.

Pedoman tersebut menyatakan bahwa berbagi data hanya diperbolehkan untuk peningkatan aplikasi atau iklan bertarget, asalkan mematuhi Perjanjian Lisensi Program Pengembang Apple. Langkah ini dilakukan ketika teknologi AI berkembang pesat, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana data pengguna dikumpulkan, digunakan, dan berpotensi dieksploitasi.

Mengapa Ini Penting

Peralihan dari Apple ini penting karena perusahaan tersebut mengendalikan ekosistem aplikasi seluler dan data pengguna yang sangat besar. Dengan menerapkan transparansi yang lebih ketat, Apple bertujuan memberi konsumen kontrol lebih besar atas jejak digital mereka.

Lonjakan AI – mulai dari chatbot populer seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude hingga algoritme pembelajaran mesin yang mendasarinya – telah menciptakan jalur baru untuk pengumpulan dan penggunaan data. Tanpa aturan yang jelas, data pribadi dapat digunakan secara tidak sengaja atau sengaja dengan cara yang tidak dipahami atau disetujui oleh pengguna.

Apple juga bersiap meluncurkan Siri yang didukung AI, yang menurut beberapa laporan mungkin memanfaatkan teknologi Gemini Google. Waktu pembaruan pedoman ini menunjukkan bahwa Apple memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab dan perlindungan privasi.

Sebuah Langkah Menuju Transparansi yang Lebih Besar

Aturan baru ini merupakan perkembangan yang disambut baik dalam lanskap teknologi di mana privasi sering kali dianggap nomor dua. Dengan meminta pertanggungjawaban pengembang atas praktik berbagi data, Apple mengirimkan pesan bahwa persetujuan pengguna dan transparansi tidak dapat dinegosiasikan. Hal ini dapat menetapkan standar baru bagi platform aplikasi dan mendorong perusahaan lain untuk mengadopsi langkah serupa.

Langkah terbaru Apple menggarisbawahi semakin pentingnya privasi data di era AI, memastikan bahwa pengguna mendapat informasi dan diberdayakan untuk mengontrol informasi pribadi mereka.