Disney Plus Mengadopsi Format Video Vertikal Gaya TikTok

13

Disney memperluas jangkauannya ke video vertikal berdurasi pendek dalam layanan streaming Disney Plus-nya, setelah uji coba yang sukses dilakukan pada platform ESPN-nya. Langkah tersebut, yang diumumkan pada CES 2026, merupakan upaya yang jelas untuk menarik perhatian audiens muda yang terbiasa dengan platform seperti TikTok dan Instagram Reels.

Beradaptasi dengan Perubahan Kebiasaan Menonton

Para eksekutif di Disney bertaruh bahwa konten berukuran kecil akan mendorong keterlibatan harian dengan aplikasi Disney Plus. Pergeseran ini mencerminkan tren konsumsi media yang lebih luas: rentang perhatian menyusut, dan format video mobile-first mendominasi jumlah orang—terutama demografi muda—yang mengonsumsi hiburan. Rencana perusahaan mencakup film pendek orisinal, klip media sosial yang diubah fungsinya, dan adegan yang diedit dari perpustakaan acara TV dan filmnya yang luas.

Mengapa Ini Penting

Keputusan Disney bukan hanya sekedar mengikuti tren. Layanan streaming sedang berjuang keras untuk mempertahankan pengguna, dan video berdurasi pendek adalah salah satu cara untuk membuat pelanggan datang kembali. Tujuannya adalah untuk menciptakan kebiasaan sehari-hari, menjadikan Disney Plus lebih dari sekadar tujuan konten berdurasi panjang—tetapi menjadi bagian rutin dari rutinitas harian pemirsa.

Strategi ini juga membuka jalan baru bagi pendapatan iklan. Video vertikal pada dasarnya ramah iklan, sehingga menawarkan lebih banyak peluang bagi merek untuk menjangkau pemirsa yang terlibat. Perusahaan ini menyoroti alat-alat untuk mitra periklanannya di CES, yang menunjukkan adanya komponen pendapatan yang signifikan dalam peluncuran ini.

Pandangan Eksekutif

Erin Teague, wakil presiden eksekutif Disney untuk manajemen produk, menekankan keinginan untuk menciptakan “pengalaman singkat”. Teague, yang sebelumnya bekerja di YouTube, membawa keahliannya dalam bidang video pendek ke perusahaan tersebut, dan keterlibatannya menandakan keseriusan Disney mengenai format ini.

Disney secara mendasar mengubah cara orang mengonsumsi kontennya. Dampak jangka panjangnya bisa sangat signifikan, karena video berdurasi pendek dapat menjadi fitur utama pengalaman Disney Plus.

Peralihan ke video vertikal merupakan pengakuan bahwa layanan streaming harus beradaptasi dengan cara penonton saat ini ingin mengonsumsi konten: dengan cepat, di perangkat seluler, dan dalam waktu singkat.