Google Meningkatkan Pencarian AI dengan Pemeriksaan Inventaris Waktu Nyata dan Pelacakan Harga Hotel

9

Google memperluas kemampuan “Mode AI” -nya, mengubah mesin pencarinya dari penyedia informasi pasif menjadi asisten pribadi yang aktif. Dengan mengintegrasikan AI agen—AI yang dapat melakukan tugas atas nama pengguna—Google bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara penelusuran online dan tugas di dunia nyata, yang secara khusus menargetkan musim perjalanan musim panas mendatang.

Bantuan Belanja Lokal Bertenaga AI

Salah satu pembaruan paling signifikan adalah kemampuan AI Google untuk bertindak sebagai proxy bagi pengguna untuk memverifikasi ketersediaan produk lokal. Alih-alih pengguna menjelajahi beberapa situs ritel secara manual atau menelepon toko sendiri, AI kini dapat menghubungi bisnis lokal untuk mengonfirmasi apakah item tertentu tersedia.

Cara kerjanya dalam praktik:
Jika pengguna menyadari bahwa mereka lupa barang penting—seperti kacamata hitam clip-on terpolarisasi—mereka cukup menjelaskan kebutuhannya ke Google. AI menangani logistik untuk mengidentifikasi pengecer terdekat dan memeriksa inventaris mereka, memberikan hasilnya kepada pengguna setelah tugas selesai.

Fitur ini, yang pertama kali muncul di Penelusuran pada bulan November lalu, saat ini sedang diluncurkan ke Mode AI di Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang. Langkah ini mewakili pergeseran ke arah komputasi “agentik”, yang tujuannya bukan hanya untuk menyediakan tautan, namun untuk menjalankan proses multi-langkah untuk memecahkan suatu masalah.

Pelacakan Harga Hotel Granular

Bagi wisatawan, Google juga memperkenalkan alat yang lebih tepat untuk memantau biaya akomodasi. Meskipun pengguna sebelumnya dapat melacak fluktuasi harga di tingkat kota yang luas, pembaruan baru ini memungkinkan pelacakan hotel individual.

  • Di Desktop: Pengguna dapat mencari hotel tertentu berdasarkan nama dan mengaktifkan tombol pelacakan harga baru.
  • Di Seluler: Opsi ini terletak di tab “Harga” setelah pencarian.

Setelah diaktifkan, Google akan mengirimkan peringatan email jika harga hotel yang dipilih berubah selama tanggal perjalanan yang diinginkan pengguna. Tingkat granularitas ini memungkinkan wisatawan menunggu harga optimal tanpa perlu melakukan pengecekan manual terus-menerus.

Bangkitnya “Asisten Perjalanan AI”

Pembaruan Google terjadi pada saat terjadi perubahan besar dalam perilaku konsumen. Perusahaan ini merilis data yang menyoroti lonjakan signifikan minat terhadap perencanaan perjalanan berbasis AI:

  • Minat penelusuran untuk “asisten perjalanan AI” dan “Petugas AI” telah meningkat sebesar 350% selama setahun terakhir.
  • Pertanyaan mengenai “Pemesanan penerbangan AI” melonjak sebesar 315%.
  • “Cara menggunakan AI untuk menemukan promo penerbangan” telah menjadi trending topik di kategori pencarian penerbangan.

Statistik ini menunjukkan bahwa wisatawan semakin berupaya mengotomatisasi bagian paling membosankan dari perencanaan perjalanan—mencari penawaran, membandingkan harga, dan memverifikasi logistik.

Tren Perjalanan Musim Panas 2026

Menjelang musim panas 2026, data Google Penerbangan mengungkapkan beragam destinasi yang sedang tren. Wisatawan menunjukkan minat terhadap destinasi wisata internasional dan domestik, dengan destinasi utama meliputi:
Jalan. Maarten
Stockholm
Kota Kansas, Missouri
Sarasota, Florida

Evolusi dalam kemampuan AI Google ini menandai transisi dari “Penelusuran” ke “Lakukan”, yang mesinnya tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga secara aktif mengelola logistik kehidupan sehari-hari dan perjalanan.

Singkatnya, Google memanfaatkan AI agen untuk mengotomatiskan tugas-tugas nyata seperti memeriksa inventaris toko dan memantau harga hotel tertentu, sebagai respons terhadap lonjakan besar permintaan konsumen akan bantuan perjalanan berbasis AI.