Industri Teknologi Mendukung Anthropic dalam Perselisihan dengan Pentagon Terkait Akses AI

17

Semakin banyak koalisi karyawan dari Google dan OpenAI yang secara terbuka mendukung penolakan Anthropic untuk memberikan akses tak terbatas kepada Departemen Pertahanan AS terhadap teknologi kecerdasan buatannya. Lebih dari 300 pekerja Google dan 60 karyawan OpenAI telah menandatangani surat terbuka yang mendesak pimpinan perusahaan mereka untuk berdiri dalam solidaritas dengan Anthropic.

Perselisihan Inti: Pengawasan dan Senjata Otonom

Kebuntuan ini berpusat pada permintaan Pentagon untuk akses penuh, yang ditolak oleh Anthropic karena kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan AI untuk pengawasan massal dalam negeri dan pengembangan persenjataan yang sepenuhnya otonom. Ini bukan sekadar perselisihan bisnis; ini adalah pertentangan etika mendasar mengenai seberapa kuat AI harus diterapkan.

Para penandatangan surat tersebut berargumentasi bahwa Pentagon berupaya untuk mengadu domba raksasa-raksasa teknologi ini satu sama lain karena rasa takut, dengan harapan salah satu pihak akan menyerah sementara yang lain tetap diam. Surat tersebut secara eksplisit meminta para eksekutif di Google dan OpenAI untuk menegakkan “garis merah” Anthropic terhadap aplikasi kontroversial ini.

Dukungan Internal dan Pernyataan Publik

Meskipun tanggapan formal dari pimpinan Google dan OpenAI masih tertunda, terdapat indikasi yang menunjukkan simpati internal terhadap posisi Anthropic. CEO OpenAI Sam Altman menyatakan dalam sebuah wawancara CNBC bahwa dia tidak percaya Pentagon harus menggunakan tindakan koersif seperti Undang-Undang Produksi Pertahanan (DPA) terhadap perusahaan teknologi. Juru bicara OpenAI lebih lanjut mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut sejalan dengan pendirian Anthropic yang menentang senjata otonom dan pengawasan massal.

Kepala Ilmuwan Google DeepMind Jeff Dean juga menyuarakan penentangan terhadap X, dengan menyatakan bahwa pengawasan massal melanggar Amandemen Keempat dan berisiko disalahgunakan secara politik.

Akses Militer yang Ada dan Ancaman Kekuatan

Militer saat ini menggunakan alat AI seperti Grok milik X, Gemini milik Google, dan ChatGPT milik OpenAI untuk tugas-tugas non-rahasia. Negosiasi sedang dilakukan untuk memperluas akses ke operasi rahasia. Namun, Anthropic, meskipun sudah menjalin kemitraan dengan Pentagon, telah mengambil tindakan tegas terhadap penggunaan AI-nya untuk pengawasan atau sistem senjata yang sepenuhnya otonom.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengancam Anthropic dengan sebutan sebagai “risiko rantai pasokan” atau kepatuhan yang dipaksakan melalui DPA jika perusahaan tidak menyerah. Hal ini menandakan kesediaan untuk menggunakan pengaruh yang signifikan untuk mengamankan akses terhadap kemampuan AI yang mutakhir.

Situasi ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara pertimbangan etis industri teknologi dan permintaan militer akan peralatan canggih. Ini bukan hanya tentang satu perusahaan; Hal ini merupakan ujian bagaimana pengembangan AI akan diatur di masa depan, dan apakah kemajuan teknologi akan memprioritaskan keuntungan atau kendala etika.