Copilot AI Microsoft Akan Hadir di Konsol Xbox Tahun Ini

9

Microsoft sedang bersiap untuk mengintegrasikan asisten AI-nya, Copilot, ke dalam konsol Xbox generasi saat ini sebelum akhir tahun 2024. Pengumuman tersebut dibuat oleh Sonali Yadav, manajer produk Xbox untuk AI game, dalam panel di Game Developers Conference (GDC). Langkah ini menandakan komitmen Microsoft untuk menanamkan AI langsung ke dalam pengalaman bermain game.

Memperluas Jangkauan Kopilot

Gaming Copilot AI telah dikembangkan selama berbulan-bulan, dengan versi beta sudah tersedia di aplikasi seluler Xbox, Windows 11, dan perangkat genggam Xbox. Asisten merespons perintah suara dan memberikan bantuan real-time kepada pemain yang terjebak dalam permainan. Itu dapat menawarkan strategi, menjawab pertanyaan tentang sejarah permainan, dan merekomendasikan judul.

Misalnya, Copilot dapat memandu pemain melewati pertarungan bos yang sulit atau menjelaskan persyaratan kerajinan dalam game seperti Minecraft. Microsoft bermaksud untuk memperluas ketersediaan Copilot di “lebih banyak layanan yang dimainkan oleh para pemain”, yang menunjukkan integrasi yang lebih luas di luar konsol itu sendiri.

Transisi Kepemimpinan Xbox

Peluncuran Copilot terjadi di tengah periode perubahan kepemimpinan di Xbox. Phil Spencer, mantan kepala Xbox, telah mengundurkan diri, dan Asha Sharma telah mengambil alih sebagai CEO Microsoft Gaming. Transisi ini menandai pergeseran arah perusahaan dalam menavigasi lanskap gaming dan AI yang terus berkembang.

Perkembangan Masa Depan

Microsoft juga sedang mengerjakan Project Helix, konsol generasi berikutnya yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2027. Meskipun Copilot akan hadir di konsol Xbox Series X|S saat ini, Project Helix mewakili investasi jangka panjang dalam teknologi game, dengan sistem baru yang juga dirancang untuk menjalankan game PC.

Keputusan Microsoft untuk mengintegrasikan AI ke dalam Xbox menyoroti semakin pentingnya AI dalam game, seiring para pengembang mencari cara untuk meningkatkan pengalaman pemain dan memberikan dukungan real-time. Langkah ini menempatkan Microsoft sebagai pemimpin dalam game berbasis AI, yang berpotensi menetapkan standar baru bagi industri.