Ottaviano Petrucci: Orang yang Mencetak Lembaran Musik Polifonik Pertama

12

Ottaviano dei Petrucci mengubah cara kita mendengarkan musik, meskipun Anda belum pernah mendengar namanya. Lahir pada tahun 1466 dekat Ancona, ia pindah ke Venesia pada tahun 1490. Di sana, ia membangun sebuah kerajaan di atas kertas dan tinta. Publikasinya pada tahun 1501 Harmonice Musices Odhecaton A mendapat tempat khusus dalam sejarah. Itu adalah buku pertama yang mencetak musik polifonik menggunakan tipe bergerak.

Sebelumnya, musik disalin dengan tangan. Itu lambat dan rentan terhadap kesalahan. Metode Petrucci memungkinkan komposisi multi-suara yang kompleks direproduksi secara akurat. Ini bukan hanya kemenangan teknis. Itu membuat musik berkualitas tinggi dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. Prosesnya membutuhkan ketelitian. Itu menuntut kesabaran. Namun hasilnya adalah sebuah revolusi dalam cara para komposer membagikan karyanya.

Monopoli Venesia dan Warisan Pencetakan Musik

Kesuksesan Petrucci di Venesia menyebabkan kontrol pasar yang ketat. Dari tahun 1498 hingga 1511, ia memonopoli pencetakan musik di sana. Dia kemudian memperluas kendali ini ke kampung halamannya di Fossombrone. Eksklusivitas ini memungkinkan dia menyempurnakan tekniknya tanpa persaingan. Hal ini juga memastikan bahwa cetakannya memiliki standar tinggi, yang menjadi tolok ukur bagi industri.

Cakupan keluarannya sangat mengesankan. Dia menerbitkan total 61 buku musik. Ini berisi massa, motet, chanson, dan frottole (lagu sekuler ringan). Para komposer yang ditampilkan adalah para raksasa pada masanya. Anda dapat menemukan karya Josquin des Prez, Jean d’Okeghem, dan Loyset Compère dalam koleksinya. Ini bukanlah bagian yang tidak jelas. Itu adalah lagu hits populer pada abad ke-15 dan awal abad ke-16.

Buku Musik Lute Cetakan Pertama

Salah satu kontribusinya yang kurang dikenal namun sama pentingnya adalah dalam musik instrumental. Pada tahun 1507, ia merilis Intabolatura de Lauto karya Francesco Spinaccino. Ini adalah buku pertama musik kecapi yang dicetak. Notasi tabulasi berbeda dengan notasi staf standar. Ini memberi tahu pemain senar dan fret mana yang harus digunakan. Hal ini memudahkan para lutenis untuk mempelajari dan memainkan lagu-lagu yang rumit. Ini memperluas jangkauan musik instrumental melampaui mereka yang bisa membaca partitur standar.

Kembali ke Laguna

Hidup tidak selalu mulus bagi Petrucci. Monopolinya berakhir pada tahun 1511. Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun jauh dari sorotan. Namun sejarah punya cara untuk berputar kembali. Pada tahun 1536, Senat Venesia meminta dia kembali ke Venesia. Mereka mengakui peran mendasarnya dalam hasil budaya kota. Dia meninggal di sana pada tahun 1539, meninggalkan warisan yang membentuk masa depan penerbitan musik.

Karyanya bukan hanya tentang mencetak catatan. Ini tentang melestarikan kompleksitas ekspresi manusia. Sebelum Petrucci, polifoni masih rapuh dan bergantung pada ingatan para juru tulis. Setelah dia, itu menjadi tetap, dapat direproduksi, dan portabel. Anda dapat menelusuri silsilah lembaran musik modern hingga ke mesin cetaknya. Teknologi berkembang. Notasinya berubah. Namun ide mendasar untuk mendistribusikan musik yang kompleks ke banyak pihak dimulai dari dia.

Mengapa kita masih peduli dengan printer dari