Cloudflare Mengurangi 1.100 Pekerjaan di Tengah Rekor Pendapatan, Mengutip Efisiensi Berbasis AI

17

Cloudflare telah bergabung dengan sejumlah perusahaan teknologi besar—termasuk Meta, Microsoft, dan Amazon—dalam melaporkan pendapatan yang memecahkan rekor serta pengurangan tenaga kerja yang signifikan. Dalam laporan pendapatan kuartal pertama tahun 2026, raksasa keamanan dan kinerja internet ini mengumumkan akan memberhentikan sekitar 20% stafnya, dengan total 1,100 posisi. Hal ini menandai PHK massal pertama dalam 16 tahun sejarah perusahaan, yang menandakan perubahan besar menuju model operasional “AI agen”.

Paradoks Pertumbuhan dan Kerugian

Pengumuman ini muncul di tengah sinyal keuangan yang beragam. Cloudflare melaporkan pendapatan kuartal sebesar $639,8 juta, peningkatan sebesar 34% dari tahun ke tahun yang mewakili kuartal tertinggi dalam sejarah perusahaan. Meskipun terjadi lonjakan ini, perusahaan tetap mengalami rugi bersih menjadi $62,0 juta, dibandingkan dengan $53,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Meskipun kerugian yang semakin besar mungkin menunjukkan adanya tekanan finansial, metrik lainnya menunjukkan kondisi kesehatan yang kuat. Cloudflare melaporkan lebih dari $2,5 miliar sisa kewajiban kinerja (RPO), yang merupakan indikator utama pendapatan masa depan dari kontrak yang ada, yang juga tumbuh sebesar 34% dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun profitabilitas saat ini masih sulit dicapai, namun potensi pendapatan perusahaan di masa depan masih kuat.

AI sebagai Katalis, Bukan Sekadar Pemotong Biaya

Salah satu pendiri dan CEO Matthew Prince menekankan bahwa PHK bukanlah upaya pemotongan biaya tradisional, melainkan penyesuaian struktural yang didorong oleh kecerdasan buatan.

“Tindakan yang dilakukan saat ini bukanlah upaya untuk melakukan pemotongan biaya atau penilaian terhadap kinerja individu; tindakan ini adalah tentang Cloudflare yang mendefinisikan bagaimana perusahaan kelas dunia dengan pertumbuhan tinggi beroperasi dan menciptakan nilai di era AI yang agen,” Prince dan salah satu pendirinya, Michelle Zatlyn, menyatakan dalam sebuah postingan blog.

Prince menggambarkan perubahan internal dramatis yang dimulai November lalu. Dia mencatat bahwa adopsi AI menghasilkan peningkatan produktivitas di mana karyawan menjadi “dua, 10, bahkan 100 kali lebih produktif.” Ia mengibaratkan peralihan dari obeng manual ke obeng listrik. Akibatnya, penggunaan AI internal Cloudflare meningkat lebih dari 600% dalam tiga bulan terakhir saja.

Siapa yang Dipotong dan Mengapa?

Restrukturisasi ini berdampak pada tim di semua wilayah, kecuali personel penjualan yang mempunyai kuota pendapatan. Pemotongan ini terutama menyasar peran pendukung yang menurut Prince sudah ketinggalan zaman di era pekerja yang sangat produktif dengan bantuan AI.

Perubahan penting dalam alur kerja meliputi:
Pengembangan: Hampir seluruh tim R&D kini menggunakan platform Workers Cloudflare, termasuk fitur “vibe coding”.
Peninjauan Kode: 100% kode yang dihasilkan melalui alat ini dan diterapkan ke produk kini ditinjau oleh agen AI otonom.
Operasi Umum: Karyawan di bidang teknik, SDM, keuangan, dan pemasaran menjalankan ribuan sesi agen AI setiap hari untuk menyelesaikan tugas.

Prince berpendapat bahwa ketika pekerja garis depan menjadi lebih efisien melalui AI, kebutuhan akan staf pendukung yang banyak akan berkurang. “Banyak orang-orang pendukung yang memberikan dukungan di belakang mereka, peran-peran tersebut tidak akan menjadi peran yang mendorong perusahaan untuk maju,” jelasnya.

Pandangan Masa Depan: Lebih Banyak Pekerjakan, Lebih Sedikit Dukungan?

Meskipun ada pengurangan jumlah karyawan, Cloudflare berencana untuk terus merekrut karyawan. Prince memperkirakan bahwa perusahaannya akan mempekerjakan lebih banyak orang pada tahun 2027 dibandingkan pada tahun 2026. Strateginya bukan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja secara permanen, namun untuk membentuknya kembali: mempertahankan dan berinvestasi pada karyawan dengan output tinggi yang memanfaatkan alat AI sekaligus mengurangi lapisan dukungan yang biasanya mengelilingi mereka.

Ketika ditanya mengapa pemotongan besar seperti itu diperlukan setelah kuartal yang kuat, Prince memberikan pembenaran singkat: “Hanya karena Anda bugar bukan berarti Anda tidak bisa menjadi lebih bugar.”

Kesimpulan

Keputusan Cloudflare mencerminkan tren industri yang lebih luas di mana AI digunakan untuk membenarkan perubahan struktural tenaga kerja bahkan selama periode kesuksesan finansial. Apakah hal ini mewakili evolusi nyata dalam efisiensi tempat kerja atau narasi yang tepat untuk disiplin biaya masih menjadi pertanyaan yang perlu dipertimbangkan oleh investor dan karyawan. Untuk saat ini, Cloudflare yakin bahwa tenaga kerja yang lebih ramping dan terintegrasi dengan AI akan mendorong nilai yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.